Info Unik Menarik

Senin, 18 Maret 2013

Asuhan Keperawatan Hepatitis



Asuhan Keperawatan Hepatitis
1.  Diagnosa Keperawatan .
Harga diri rendah (situasional) Berhubungan dengan :
Dapat dihubungkan dengan gejala jengkel/ marah, terkurung,isolasi, sakit lama/priode penyembuhan kemungkinan dibutuhkan oleh :
Pernyataan  perubahan pola hidup : takut penolakan/reaksi orang lain,perasaan negative terhadap tubuh yaitu perasaan tak berdaya.
Defresi kurang kemajuan prilaku merusak diri.
Hasil yang diharapkan/criteria evaluasi pasien akan :
Mengidentifikasi perasaan dan metode untuk koping terhadap persepsi ciri negative.
Menyatakan penerimaan diri,dan lamanya penyembuhan/kebutuhan isolasi.
Mengakui diri sebagai orang yang berguna: Bertanggung jawab pada diri sendiri.

TINDAKAN / INTERVENSI
1. Kontra pasien mengenai waktu untuk mendengar
       Dorong diskusi perasaan /masalah
2. Hindari membuat penilaian moral tentang pola                
        Hidup penggunaan alcohol/praktek seksual
3.  Kaji efek penyakit pada factor ekonomi pasien/
        Orang terdekat
4. Tawarkan aktifitas senggang berdasarkan tingkat
     Energy
5. Anjurkan pasien menggunakan warna merah
       Terang biru/hitam dari pada kuning atau hijau.
     RASIONAL
1. Menyediakan waktu menigkatkan hubungan sa-
       Ling percaya
2. Pasien merasa marah atau kesal dan menyalah-
       Kan diri penilaian diri orang lain akan merusak
       Diri lebih lanjut.
3. Priode penyembuhan mungking lama lebih da-
       ri 6 bulan potensial stress keluarga atau situasi
       memerlukan peranan dukungan dan evaluasi
4. Menampakan pasien untuk menggunakan
       Waktu dan energi dan cara konstruktif yang
       Meningkatkan harga diri meminimalkan ce-
             Mas dan defresi.
5. Meningkatkan penampilan karena kulit ku-
       ning di perjelas oleh warna kuning/hijau.Ikterik
       biasanya memuncak 1- 2 mg kemudian seca-
       ra bertahab membaik lebih dari 2- 4 mg
              KOLABORASI
       Buat rujukan yang tepat untuk membantu
          Sesuai kebutuhan.
 Contoh: perencanaan pulang pelayanan
 Masyarakat /lembaga komunitas lain.
Dapat memudahkan pemecahan masalah
Dan membantu melibatkan individu
untuk mengatasi situasi lebih efektif.  
      2. Resiko tinggi infeksi sekunder
           Faktor resiko meliputi :
-        Pertahanan primer tidak adekuat
-        Contoh (leokopenia penekanan respon inflamasi) dan defresi inmun.
-        Malnutrisi.
-        Kurang pengetahuan untuk menghindari
-        Pemajanan pada pathogen.Kemungkinan di
buktikan oleh : Tidak dapat ditarapkan adanya tanda tanda dan gejala membuat diagnose actual.


HASIL YANG DIHARAPKAN/ KRITERIA
Evaluasi
-        Menanyakan pemahaman penyebab individu factor resiko
-        Menunjukkan tehnik melakukan perubahan pola hidup untuk menghindari infeksi ulang atau trasmisi ke orang lain.

TINDAKAN/ INTERVENSI
1. Lakukan tehknik isolasi untuk infeksi enteric dan pernapasan sesuai kebijakan rumah sakit termasuk cuci tangan efektif.
2. Awasi atau batasi pengunjung sesuai indikasi
3. Jelaskan prosedur isolasi pada pasien atau orang teridekat.
4. Berikan informasi adanya gamma gLobulinan.
5. Beri obat sesuai indikasi :
       Obat anti virus :
-        -Vidralum ( vira- A)
-        Asiklovir (zovirax )
-        -Interveron Alfa- 2b
6. Antibiotik tepat untuk agen pencegah Contoh gram negative, bakteri anaerob atau proses sekunder.

RASIONAL
1. Mencegah trasmisi penyakit virus ke orang lain melalui cuci tangan efektif mencegah trasmisi virus tipe A atau infeksi ditransmisikanatau melalui oral rectal, air terkontaminasi susu dan makanan. Khususnya ikan yang dimasak tak matang. tipe B atau serum ditrasmisikan melalui produk darah terkontaminasi : tusukkan jarum, luka terbuka dan kontak dengan saliva urin, veces dan semen
2. Pasien terpajan terhadap proses infeksi (khususnya respiratorius) resiko komplikasi sekunder.
3. Pemahaman alasan untuk perlindungan diri mereka sendiri dan orang lain dapat Berakhir 2- 3 minggu dari timbulnya penyakit tergantung dari tipe atau lamanya gejala.
4. Efektif dalm mencegah hepatitis virus pada orang untuk terpajan tergantung tipe hepatitis dan priode inkubasi.
5. Berguna pada pengobatan hepatits aktif kronis efektif pada pengobatan s/d  HCV.
6. Pengobatan hepatitis bacterial atau untuk mencegah membatasi infeksi sekunder

3. Resiko kerusakan integritas kulit
Faktor resiko meliputi: 
Zat kimia akumulasi garam empedu dalam jaringan kemungkinan dibuktikan oleh :
Tidak dapat ditarafkan adanya tanda-  tanda dan gejala – gejala yang membuat diagnosa actual.

HASIL YANG DIHARAPKAN/ KRITERIA EVALUASI
·      Menunjukkan jaringan kulit utuh bebas eskonasi.
·      Melaporkan ada/penurunan pruritus/lecet
 TINDAKAN/INTERVENSI
1. Gunakan air mandi dingn dan soda kue atau mandi kanji. Hindari sabun alkali berikan minyak kalamin sesuai indiksi.
2. Anjurkan menggunakan buku-buku jari Untuk     menggaruk bila tdk terkontrol.
3. Hindari komentar tentang penampilan Pasien.

KOLABORASI.
      Berikan obat sesuai indikasi:
a.  anti histamine mis: metdilazin
b. anti ligemik mis: koleseamin.

      RASIONAL   
1. Mencegah kulit kering berlebihan memberikan penghilang gatal.
2. Pengobatan hepatitis bacterial atau untuk mencegah membatasi infeksi sekunder
3. Menurungkan resiko cedar kulit.

4. Menurungkan resiko cedar kulit.
5. Meminimalkan stress psikologis s/d perubahan kulit.
             
          KOLABORASI
1. Menghilangkan gatal catatan gunakan terus pada penyakit hepatic berat.
2. Mungking digunakan u/ asam empedu pada usus dan mencegah absorpsinya catatan efek samping mual dan konstipasi.
3. Kurang pengetahuan tentang kondisi Prognosis dan program pengobatan. dapat dihubungkan dengan: kurang terpajan/mengigat : salah interpretasi informasi.,tidak mengenal sumber informasi. kemungkinan dibuktikan oleh : Pertanyaan dan pernyataan yang salah konsepsi. meminta informasi,tdk akurat mengikuti instruksi.
Hasil yang di harapkan/ kriteria evaluasi pasien akan : menyatakan pemahaman proses penyakit dan pengobatan .  Mengedintifikasi hubungan tanda / gejala penyakit dan hubungan gejala dengan faktor penyebab . Melakukan perubahan perilaku dan berpartisipasi pada pengobatan .

TINDAKAN / INTERVENSI
Kaji tingkat pemahaman proses penyakit , harapan /prognosis ,kemungkinan pilihan pengobatan .

Berikan informasi khusus tentang penceghan / penularan penyakit ,contoh kontak yang memerlukan gama gloubulin ,masalah pribadi tak perlu di bagi , tekanan cuci tangan dan sanitasi pakaian ,cuci piring , dan fasilitas kamar mandi bila enzim hati tinggi .Hindari kontak itim , ciuman , kontak seksual ,dan terpajan pada infeksi .

Bantu pasien  mengidentivikasi aktivitas pengalih. Dorong kesinambungan diet seimbang .Identivikasi cara untuk mempertahankan fungsi  usus biasanya,contoh masukkan cairan adekuat/diet serta aktivitas/latihan sedang sesuai toleransi. Diskusikan efek efek samping dan bahaya minum obat yang dijual bebas/diresepkan , contoh asetaminofem , aspirin ,sulfonamid ,beberapa anestetik dan perlunya melaporkan ke pemberi perawatan tentang diagnosa.
Diskusikan pembatasan donatur darah.

RASIONAL
Mengidentifikasi area kekurangan pengetahuan
/salah informasi dan memberikan kesmpatan untuk memberikan iformasi tambahan sesuai keperluan. Catatan transplantasi hati mungkin diperlukan adanya penyakit berat karena gagal hati.

Kebutuhan /rekomendasi akan berfariasi karena tipe hepatitis (agen penyebab)dan situasi individu.

Ini tak perlu untuk menunggu bilirubin serum kembali normal untuk memulai aktivitas (memerikan waktu dua bulan).

Beberapa obat merupakan toksik untuk hati,banyak obat lain dimetabolisme oleh hati dan harus dihindari pada penyakit hati berat karena menyebabkan efek kumulatif toksik/hepatitis kronis.

Mencegah penyebaran penyakit infeksi. Kebanyakan undang-undang Negara bagian menerima donor yang mempunyai riwayat brbagai tipe hepatitis. 

      
               



Tidak ada komentar:

Posting Komentar