Asuhan Keperawatan
Hepatitis
1. Diagnosa Keperawatan .
Harga diri
rendah (situasional) Berhubungan dengan :
Dapat
dihubungkan dengan gejala jengkel/ marah, terkurung,isolasi, sakit lama/priode
penyembuhan kemungkinan dibutuhkan oleh :
Pernyataan perubahan pola hidup : takut penolakan/reaksi
orang lain,perasaan negative terhadap tubuh yaitu perasaan tak berdaya.
Defresi
kurang kemajuan prilaku merusak diri.
Hasil yang
diharapkan/criteria evaluasi pasien akan :
Mengidentifikasi
perasaan dan metode untuk koping terhadap persepsi ciri negative.
Menyatakan
penerimaan diri,dan lamanya penyembuhan/kebutuhan isolasi.
Mengakui
diri sebagai orang yang berguna: Bertanggung jawab pada diri sendiri.
TINDAKAN / INTERVENSI
1. Kontra pasien mengenai waktu untuk
mendengar
Dorong
diskusi perasaan /masalah
2. Hindari membuat penilaian moral
tentang pola
Hidup
penggunaan alcohol/praktek seksual
3. Kaji efek penyakit pada factor ekonomi pasien/
Orang
terdekat
4. Tawarkan aktifitas senggang
berdasarkan tingkat
Energy
5. Anjurkan pasien menggunakan warna
merah
Terang
biru/hitam dari pada kuning atau hijau.
RASIONAL
1. Menyediakan waktu menigkatkan
hubungan sa-
Ling percaya
2. Pasien merasa marah atau kesal dan
menyalah-
Kan
diri penilaian diri orang lain akan merusak
Diri lebih lanjut.
3. Priode penyembuhan mungking lama
lebih da-
ri 6 bulan potensial stress keluarga
atau situasi
memerlukan peranan dukungan dan evaluasi
4. Menampakan pasien untuk menggunakan
Waktu dan energi dan cara konstruktif
yang
Meningkatkan harga diri meminimalkan ce-
Mas dan defresi.
5. Meningkatkan penampilan karena kulit
ku-
ning di perjelas oleh warna
kuning/hijau.Ikterik
biasanya memuncak 1- 2 mg kemudian seca-
ra bertahab membaik lebih dari 2- 4 mg
KOLABORASI
Buat rujukan yang tepat untuk membantu
Sesuai kebutuhan.
Contoh: perencanaan pulang pelayanan
Masyarakat /lembaga komunitas lain.
Dapat
memudahkan pemecahan masalah
Dan membantu
melibatkan individu
untuk
mengatasi situasi lebih efektif.
2. Resiko tinggi infeksi
sekunder
Faktor resiko meliputi :
-
Pertahanan
primer tidak adekuat
-
Contoh
(leokopenia penekanan respon inflamasi) dan defresi inmun.
-
Malnutrisi.
-
Kurang
pengetahuan untuk menghindari
-
Pemajanan
pada pathogen.Kemungkinan di
buktikan oleh : Tidak dapat
ditarapkan adanya tanda tanda dan gejala membuat diagnose actual.
HASIL YANG DIHARAPKAN/ KRITERIA
Evaluasi
-
Menanyakan
pemahaman penyebab individu factor resiko
-
Menunjukkan
tehnik melakukan perubahan pola hidup untuk menghindari infeksi ulang atau
trasmisi ke orang lain.
TINDAKAN/ INTERVENSI
1. Lakukan tehknik isolasi untuk infeksi
enteric dan pernapasan sesuai kebijakan rumah sakit termasuk cuci tangan efektif.
2. Awasi atau batasi pengunjung sesuai
indikasi
3. Jelaskan prosedur isolasi pada pasien
atau orang teridekat.
4. Berikan informasi adanya gamma
gLobulinan.
5. Beri obat sesuai indikasi :
Obat anti virus :
-
-Vidralum
( vira- A)
-
Asiklovir
(zovirax )
-
-Interveron
Alfa- 2b
6. Antibiotik tepat untuk agen pencegah
Contoh gram negative, bakteri anaerob atau proses sekunder.
RASIONAL
1. Mencegah trasmisi penyakit virus ke
orang lain melalui cuci tangan efektif mencegah trasmisi virus tipe A atau
infeksi ditransmisikanatau melalui oral rectal, air terkontaminasi susu dan
makanan. Khususnya ikan yang dimasak tak matang. tipe B atau serum ditrasmisikan
melalui produk darah terkontaminasi : tusukkan jarum, luka terbuka dan kontak
dengan saliva urin, veces dan semen
2. Pasien terpajan terhadap proses
infeksi (khususnya respiratorius) resiko komplikasi sekunder.
3. Pemahaman alasan untuk perlindungan
diri mereka sendiri dan orang lain dapat Berakhir 2- 3 minggu dari timbulnya
penyakit tergantung dari tipe atau lamanya gejala.
4. Efektif dalm mencegah hepatitis virus
pada orang untuk terpajan tergantung tipe hepatitis dan priode inkubasi.
5. Berguna pada pengobatan hepatits
aktif kronis efektif pada pengobatan s/d
HCV.
6. Pengobatan hepatitis bacterial atau
untuk mencegah membatasi infeksi sekunder
3. Resiko kerusakan
integritas kulit
Faktor resiko meliputi:
Zat kimia akumulasi garam empedu dalam jaringan kemungkinan
dibuktikan oleh :
Tidak dapat ditarafkan adanya tanda- tanda dan gejala – gejala yang membuat diagnosa
actual.
HASIL YANG DIHARAPKAN/ KRITERIA EVALUASI
· Menunjukkan jaringan kulit utuh bebas
eskonasi.
· Melaporkan ada/penurunan
pruritus/lecet
TINDAKAN/INTERVENSI
1. Gunakan air mandi dingn dan soda kue atau
mandi kanji. Hindari sabun alkali berikan minyak kalamin sesuai indiksi.
2. Anjurkan menggunakan buku-buku jari
Untuk menggaruk bila tdk terkontrol.
3. Hindari komentar tentang penampilan
Pasien.
KOLABORASI.
Berikan obat sesuai indikasi:
a. anti histamine mis: metdilazin
b. anti ligemik mis: koleseamin.
RASIONAL
1. Mencegah kulit kering berlebihan memberikan
penghilang gatal.
2. Pengobatan hepatitis bacterial atau
untuk mencegah membatasi infeksi sekunder
3. Menurungkan resiko cedar kulit.
4. Menurungkan resiko cedar kulit.
5. Meminimalkan stress psikologis s/d perubahan
kulit.
KOLABORASI
1. Menghilangkan gatal catatan gunakan
terus pada penyakit hepatic berat.
2. Mungking digunakan u/ asam empedu
pada usus dan mencegah absorpsinya catatan efek samping mual dan konstipasi.
3. Kurang pengetahuan tentang kondisi Prognosis
dan program pengobatan. dapat dihubungkan dengan: kurang terpajan/mengigat :
salah interpretasi informasi.,tidak mengenal sumber informasi. kemungkinan
dibuktikan oleh : Pertanyaan dan pernyataan yang salah konsepsi. meminta
informasi,tdk akurat mengikuti instruksi.
Hasil yang di harapkan/ kriteria evaluasi pasien akan :
menyatakan pemahaman proses penyakit dan pengobatan . Mengedintifikasi hubungan tanda / gejala penyakit
dan hubungan gejala dengan faktor penyebab . Melakukan perubahan perilaku dan
berpartisipasi pada pengobatan .
TINDAKAN / INTERVENSI
Kaji tingkat pemahaman proses
penyakit , harapan /prognosis ,kemungkinan pilihan pengobatan .
Berikan informasi khusus tentang
penceghan / penularan penyakit ,contoh kontak yang memerlukan gama gloubulin
,masalah pribadi tak perlu di bagi , tekanan cuci tangan dan sanitasi pakaian
,cuci piring , dan fasilitas kamar mandi bila enzim hati tinggi .Hindari kontak
itim , ciuman , kontak seksual ,dan terpajan pada infeksi .
Bantu pasien mengidentivikasi aktivitas pengalih. Dorong
kesinambungan diet seimbang .Identivikasi cara untuk mempertahankan fungsi usus biasanya,contoh masukkan cairan
adekuat/diet serta aktivitas/latihan sedang sesuai toleransi. Diskusikan efek
efek samping dan bahaya minum obat yang dijual bebas/diresepkan , contoh
asetaminofem , aspirin ,sulfonamid ,beberapa anestetik dan perlunya melaporkan
ke pemberi perawatan tentang diagnosa.
Diskusikan pembatasan donatur darah.
RASIONAL
Mengidentifikasi area kekurangan
pengetahuan
/salah informasi dan memberikan
kesmpatan untuk memberikan iformasi tambahan sesuai keperluan. Catatan
transplantasi hati mungkin diperlukan adanya penyakit berat karena gagal hati.
Kebutuhan /rekomendasi akan
berfariasi karena tipe hepatitis (agen penyebab)dan situasi individu.
Ini tak perlu untuk menunggu
bilirubin serum kembali normal untuk memulai aktivitas (memerikan waktu dua
bulan).
Beberapa obat merupakan toksik untuk
hati,banyak obat lain dimetabolisme oleh hati dan harus dihindari pada penyakit
hati berat karena menyebabkan efek kumulatif toksik/hepatitis kronis.
Mencegah penyebaran penyakit infeksi.
Kebanyakan undang-undang Negara bagian menerima donor yang mempunyai riwayat
brbagai tipe hepatitis.
