Info Unik Menarik

Jumat, 19 April 2013

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA PASIEN DENGAN MALARIA



MODUL ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA PASIEN DENGAN MALARIA


Materi Modul :

Anopeles Betina
Tujuan Pembelajaran Umum :
Peserta mampu memberikan asuhan keperawatan keluarga pada pasien dengan Malaria.

Tujuan Pembelajaran Khusus :
Setelah mengikuti sesi pembelajaran, peserta mampu :
1.      menjelaskan konsep dasar keluarga
2.      menjelaskan konsep pelayanan keperawatan keluarga
3.      menjelaskan proses asuhan keperawatan keluarga pada pasien dengan Malaria
4.      melakukan dokumentasi asuhan keperawatan keluarga pada pasien dengan Malaria

Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan :
Dalam modul ini akan dibahas pokok bahasan sebagai berikut :
Pokok Bahasan 1 :  Konsep Dasar Keluarga
Pokok Bahasan 2 :  Pelayanan Keperawatan Keluarga
Pokok Bahasan 3 :  Asuhan Keperawatan Keluarga pada Pasien dengan Malaria

Waktu :
4 jpl (Teori = 2 jpl, Penugasan = 2 jpl)

Metode :
1.      Ceramah dan tanya jawab
2.      Penugasan Studi Kasus
3.      Penugasan Bermain Peran


Media :
1.      Bahan tayangan
2.      Bahan modul        

Alat Bantu :
1.      Komputer/ Laptop
2.      LCD projector
3.      Whiteboard, Flipchart, Spidol

Referensi :
Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (2009).
Pedoman Penatalaksanaan Kasus Malaria di Indonesia. Departemen Kesehatan R.I. :
Jakarta

NANDA International (2008). Nursing Diagnoses : Definitions and Classification 2009-2011
edition. Wiley Blackwell : United States.

Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan (2007). Pedoman Pelayanan Keperawatan
Keluarga. Departemen Kesehatan R.I. : Jakarta




MATERI MODUL ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
PADA PASIEN DENGAN MALARIA


I.          Deskripsi  Singkat  
Pelayanan Keperawatan Keluarga merupakan pelayanan holistik yang menempatkan keluarga dan komponennya sebagai fokus pelayanan dan melibatkan anggota keluarga dalam tahap pengkajian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi tindakan keperawatan dengan memobilisasi sumber-sumber pelayanan kesehatan yang tersedia di keluarga dan sumber-sumber dari profesi lain termasuk pemberi pelayanan kesehatan dan sektor lain di komunitas. Sasaran pelayanan keperawatan keluarga terdiri dari keluarga sehat, keluarga risiko tinggi/ rawan kesehatan, maupun keluarga yang memerlukan tindak lanjut pelayanan kesehatan. Keluarga yang memiliki pasien Malaria merupakan salah satu sasaran pelayanan keperawatan keluarga.

Pada modul ini akan dibahas mengenai konsep dasar keluarga, konsep pelayanan keperawatan keluarga, asuhan keperawatan keluarga pada pasien dengan Malaria serta pelaksanaan dokumentasinya.


II.       Tujuan Pembelajaran :
A. Tujuan Umum
Peserta mampu memberikan asuhan keperawatan keluarga pada pasien dengan Malaria.

B. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti sesi pembelajaran, peserta mampu :
1.      menjelaskan konsep dasar keluarga
2.      menjelaskan konsep pelayanan keperawatan keluarga
3.      menjelaskan proses asuhan keperawatan keluarga pada pasien dengan Malaria
4.      melakukan dokumentasi asuhan keperawatan keluarga pada pasien dengan Malaria
III.    Pokok Bahasan
Pokok Bahasan 1 :  Konsep Dasar Keluarga
Pokok Bahasan 2 :  Konsep Pelayanan Keperawatan Keluarga
Pokok Bahasan 3 :  Asuhan Keperawatan Keluarga pada Pasien dengan Malaria


IV.     Bahan Belajar :
Bahan belajar yang digunakan dalam aktifitas pembelajaran ini terdiri dari :
1.      Modul asuhan keperawatan untuk keluarga dengan penyakit Malaria
2.      Buku-buku referensi terkait dengan perawatan penyakit malaria


V.        Langkah-Langkah Pembelajaran :
Berikut ini akan diuraikan langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang dilakukan dalam memberikan asuhan keperawatan keluarga pada pasien dengan Malaria. Fasilitator melakukan aktifitas dalam rangka menarik minat dan perhatian peserta terhadap materi modul sebagai berikut :
1.            Memberikan salam
2.            Menyampaikan deskripsi singkat tentang materi modul
3.            Mengidentifikasi tingkat pemahaman peserta terkait dengan materi modul
4.            Menyampaikan tujuan pembelajaran, pokok bahasan, dan metode pelatihan yang akan dilaksanakan pada sesi tersebut
5.            Menghimbau peserta untuk meningkatkan perhatian dan berperan serta aktif dalam kegiatan
6.            Menanyakan kepada peserta terkait harapan terhadap kegiatan pada sesi ini
7.            Mengarahkan peserta dengan memanfaatkan modul agar mampu memahami materi modul asuhan keperawatan keluarga dengan Malaria.
8.            Memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya hal-hal yang belum dipahami terkait materi yang telah dibahas dan ketrampilan yang dilatihkan
9.            Memberikan klarifikasi/tanggapan atas pertanyaan peserta terkait dengan materi
10.        Bersama peserta merangkum materi yang telah dibahas
11.        Membagi peserta dalam kelompok dalam rangka melaksanakan penugasan
12.        Memberikan pengarahan kepada setiap kelompok untuk melakukan kegiatan penugasan dan memberikan penjelasan tentang tujuan penugasan dilakukan
13.        Memberikan kesempatan kepada setiap kelompok untuk melakukan aktivitas kegiatan diskusi kelompok sesuai dengan penugasan dan pengarahan fasilitator
14.        Membimbing dan mengevaluasi setiap kelompok saat melakukan penugasan
15.        Memfasilitasi bahan-bahan untuk keperluan penugasan serta menciptakan kondisi lingkungan yang kondusif untuk tiap kelompok
16.        Memberikan klarifikasi dan tanggapan terhadap kegiatan penugasan


VI.     Uraian Materi :
A.        Konsep Dasar Keluarga
1.     Pengertian
Menurut Departemen Kesehatan R.I (1998) Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

2.     Struktur Keluarga
Struktur keluarga terdiri dari bermacam-macam, diantaranya adalah :
a.      Patrilineal : keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah.
b.      Matrilineal : keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu.
c.       Matrilokal : sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri.
d.      Patrilokal : sepasang suami istri yang tinggal bersama kelurga sedarah suami.
e.      Keluarga kawinan : hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan warga dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan dengan suami atau istri.

3.     Ciri-Ciri Struktur Keluarga
Menurut Anderson Carter ciri-ciri struktur keluarga adalah sebagai berikut :
a.            Terorganisasi : saling berhubungan dan ketergantungan antara anggota keluarga.
b.            Ada keterbatasan : setiap anggota memiliki kebebasan tetapi mereka juga mempunyai keterbatasan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya masing-masing.
c.             Ada perbedaan dan kekhususan : setiap anggota keluarga mempunyai peranan dan fungsinya masing-masing.

4.     Tipe Bentuk Keluarga
Tipe bentuk keluarga terdiri dari :
a.            Keluarga inti (Nuclear Family) : keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu, dan Anak-anak.
b.            Keluarga besar (Extended Family) : keluarga Inti ditambah dengan sanak saudara,  misalnya ; nenek, kakek, keponakan, saudara sepupu, paman, bibi, dan sebagainya.
c.             Keluarga berantai (Serial Family) : keluarga yang terdiri dari satu wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan satu keluarga inti.
d.            Keluarga Duda / Janda (Single Family) adalah keluarga yang terjadi karena perceraian atau kematian.
e.            Keluarga berkomposisi (Camposite) : keluarga yang perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama.
f.              Keluarga Kabitas (Cahabitasion) adalah dua orang menjadi satu tanpa pernikahan tapi membentuk suatu keluarga

Keluarga Indonesia umumnya menganut tipe keluarga besar (extended family) karena masyarakat Indonesia yang terdiri dari beberapa suku hidup dalam suatu komuniti dengan adat istiadat yang sangat kuat.

5.     Tugas Pokok Keluarga
Pada dasarnya tugas keluarga terdiri dari delapan tugas pokok sebagai berikut :
a.            Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya
b.            Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga
c.             Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya masing-masing
d.            Sosialisasi antar anggota keluarga
e.            Pengaturan jumlah anggota keluarga
f.              Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga
g.            Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas
h.            Membangkitkan dorongan dan semangat para anggotanya

6.     Fungsi Keluarga
Terdapat tiga fungsi pokok keluarga yaitu :
a.            Asih : memberikan kasih sayang, perhatian, rasa aman, kehangatan pada anggota keluarga sehingga memungkinkan mereka tumbuh dan berkembang sesuai usia dan kebutuhannya.
b.            Asuh : menuju kebutuhan pemeliharaan dan perawatan anak agar kesehatannya selalu terpelihara sehingga memungkinkan menjadi anak-anak sehat baik fisik, mental, sosial, dan spiritual.
c.             Asah : memenuhi kebutuhan pendidikan anak sehingga siap menjadi manusia dewasa yang mandiri dalam mempersiapkan masa depannya.
                    
B.        Konsep Pelayanan Keperawatan Keluarga
Pelayanan keperawatan keluarga merupakan salah satu area pelayanan keperawatan yang dapat dilaksanakan di masyarakat. Pelayanan keperawatan keluarga yang saat ini dikembangkan merupakan bagian dari pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat (Perkesmas). Perawatan kesehatan masyarakat merupakan salah satu program pemerintah dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.

1.        Pengertian
Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan yang ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia ( Kepmenkes R.I. Nomor 1239 Tahun 2001).

Keperawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas) pada dasarnya adalah pelayanan keperawatan profesional yang merupakan perpaduan antara ilmu kesehatan masyarakat dengan ilmu keperawatan yang ditujukan pada seluruh masyarakat dengan penekanan pada kelompok risiko tinggi. Dalam upaya pencapaian derajat kesehatan yang optimal dilakukan melalui peningkatan kesehatan (promotif) dan pencegahan penyakit (preventif) di semua tingkat pencegahan dengan menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan melibatkan klien sebagai mitra kerja dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pelayanan keperawatan (Kepmenkes R.I. Nomor 279 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Upaya Keperawatan Kesehatan Masyarakat di Puskesmas). Titik masuk pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat antara lain melalui pelayanan keperawatan keluarga.

Pelayanan Keperawatan Keluarga merupakan pelayanan holistik yang menempatkan keluarga dan komponennya sebagai fokus pelayanan dan melibatkan anggota keluarga dalam tahap pengkajian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi tindakan keperawatan dengan memobilisasi sumber-sumber pelayanan kesehatan yang tersedia di keluarga dan  sumber-sumber dari profesi lain termasuk pemberi pelayanan kesehatan dan sektor lain di komunitas. Pelayanan keperawatan keluarga dapat diberikan di berbagai tatanan, seperti rumah, rumah sakit, klinik, tempat praktik perawat, dan unit rehabilitasi.
2.        Tujuan Pelayanan Keperawatan Keluarga
Tujuan Umum :
Mengoptimalkan fungsi keluarga dan meningkatkan kemampuan keluarga dalam mempertahankan status kesehatannya.

Tujuan Khusus :
a.      Keluarga mampu memenuhi kebutuhan kesehatan keluarga yang meliputi:
1)         Mengenal masalah kesehatan yang dihadapi anggota keluarganya
2)         Mengambil keputusan secara tepat dan cepat dalam mengatasi masalah kesehatan anggota keluarganya
3)         Memberikan perawatan pada anggota keluarga yang mempunyai masalah kesehatan
4)         Memodifikasi lingkungan rumah yang kondusif sehingga mampu mempertahankan kesehatan dan memelihara pertumbuhan dan perkembangan setiap anggota keluarganya
5)         Menciptakan hubungan timbal balik antara keluarga dengan  berbagai sumber daya kesehatan yang tersedia untuk pemeliharaan dan perawatan kesehatan anggota keluarganya

b.      Keluarga memperoleh pelayanan keperawatan sesuai kebutuhan.

3.        Sasaran Pelayanan Keperawatan Keluarga
Sasaran pelayanan keperawatan keluarga :
a.      Keluarga sehat
Jika seluruh anggota keluarga dalam kondisi sehat tetapi memerlukan antisipasi terkait dengan siklus perkembangan manusia dan tahapan tumbuh kembang keluarga. Fokus intervensi keperawatan terutama pada promosi kesehatan dan pencegahan penyakit.

b.      Keluarga risiko tinggi dan rawan kesehatan
Jika satu atau lebih anggota keluarga memerlukan perhatian khusus. Keluarga risiko tinggi termasuk keluarga yang memiliki kebutuhan untuk menyesuaikan diri terkait siklus perkembangan anggota keluarga, keluarga dengan faktor resiko penurunan status kesehatan misalnya: bayi BBLR, balita gizi buruk/ kurang, bayi/balita yang belum diimunisasi, bumil anemi, bumil multipara (bumil dgn skor 6-10, Resiko sangat tinggi dgn skor >12) atau usia lebih dari 36 tahun, lansia lebih dari 70 tahun atau dengan masalah kesehatan, remaja penyalahguna narkoba.

c.       Keluarga yang memerlukan tindak lanjut
Keluarga yang anggota keluarganya mempunyai masalah kesehatan dan memerlukan tindak lanjut pelayanan keperawatan/ kesehatan misalnya: klien pasca hospitalisasi penyakit kronik, penyakit degeneratif, tindakan pembedahan, penyakit terminal.

4.        Ruang Lingkup Pelayanan Keperawatan Keluarga
Pelayanan keperawatan keluarga mencakup Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) yang diberikan kepada klien sepanjang rentang kehidupan dan sesuai dengan tahap perkembangan keluarga.

Lingkup pelayanan keperawatan keluarga mencakup:
a.      Promosi Kesehatan
Perawat melakukan promosi kesehatan kepada keluarga dalam rangka meningkatkan perilaku hidup sehat.

b.      Pencegahan Penyakit
Perawat melakukan tindakan pencegahan spesifik pada anggota keluarga agar bebas dari penyakit/ cedera melalui kegiatan: imunisasi; pencegahan merokok; program kebugaran fisik; skreening dan follow up berbagai kasus seperti hipertensi; pencegahan komplikasi DM; dan  skreening osteoporosis.


c.       Intervensi Keperawatan untuk Proses Penyembuhan
Perawat memberikan intervensi keperawatan dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia bagi anggota keluarga melalui terapi modalitas dan komplementer keperawatan. Kebutuhan dasar manusia meliputi: kebutuhan fisiologis,  rasa aman, cinta kasih, harga diri dan aktualisasi diri. Sedangkan jenis terapi keperawatan antara lain: pembimbingan terhadap keluarga (coaching) untuk mengatasi masalah kesehatan akibat perilaku yang tidak sehat, batuk efektif, inhalasi sederhana, tehnik relaksasi, stimulasi kognitif, latihan rentang gerak (ROM), perawatan luka, dan lain-lain. Terapi komplementer antara lain : pijat bayi, herbal terapi, meditasi, dan lain-lain.

d.      Pemulihan kesehatan
Perawat membantu keluarga dalam fase pemulihan kesehatan bagi anggota keluarga setelah mengalami cidera maupun akibat penyakit kronis yang diderita. Pemulihan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anggota keluarga untuk berfungsi secara optimal melalui berbagai terapi modalitas, dan terapi komplementer keperawatan.

5.        Jenis Pelayanan Keperawatan Keluarga
Jenis pelayanan keperawatan keluarga terdiri atas:
a.      Hospice Hospital Care
Unit ini berada didalam rumah sakit  dan merupakan suatu unit tersendiri dalam struktur organisasi rumah sakit. Keuntungan model ini adalah dapat dengan mudah mempergunakan fasilitas rumah sakit dalam mengatasi masalah-masalah yang sulit di lapangan, baik untuk tindakan medis, tindakan keperawatan, maupun tindakan penunjang lainnya. Di rumah sakit klien bisa dirawat di poliklinik, dirawat singkat  (one day care) atau dirawat inap. Lokasi perawatan klien di rumah sakit ada yang di ruangan tersendiri, khusus ruangan perawatan paliatif  atau digabungkan dengan klien biasa yang masih dalam tahap pengobatan kuratif.

b.      Hospice
Adakalanya klien dalam keadaan tidak memerlukan  pengawasan ketat atau tindakan khusus lagi, tetapi belum dapat dirawat di rumah karena masih memerlukan pengawasan tenaga kesehatan., klien kemudian dirawat di suatu tempat khusus (hospis) yang berada di luar lingkungan rumah sakit. Unit perawatan ini bisa berada di dalam lingkungan rumah sakit atau di luar lingkungan rumah sakit yang pengelolaannya  di luar struktur rumah sakit. Bentuk Layanan Hospis ini belum ada di Indonesia. 

c.       Hospice Home Care
Perawatan di rumah merupakan kelanjutan perawatan di rumah sakit.  Pada perawatan di rumah, keluarga mempunyai peran yang lebih menonjol. Sebagian besar tindakan perawatan dilaksanakan oleh keluarga. Sebelum klien dibawa pulang, perlu  dipertimbangkan  apakah klien memang sudah layak dirawat di rumah dan apakah keluarga (pelaku rawat) sudah mampu merawat klien di rumah. Apabila keluarga belum mampu merawat klien, pelaku rawat perlu mendapat pelatihan dari perawat untuk melaksanakan perawatan di rumah.

Tim pelayanan keperawatan  akan mengunjungi klien disesuaikan dengan kebutuhan klien dan adat istiadat serta kondisi setempat. Konsultasi juga dapat dilakukan melalui telepon atau sarana komunikasi lain setiap saat. Pelayanan ini mencakup pencegahan primer, sekunder, dan tersier yang berfokus pada asuhan keperawatan individu dengan melibatkan keluarga atau pemberi pelayanan yang lain (ANA, 1992; Rice, 1996). Contoh pelayanan ini adalah  Pelayanan keperawatan kesehatan di rumah (home health nursing).

6.        Standar Pelayanan Keperawatan Keluarga
Dalam melaksanakan pelayanan keperawatan keluarga, perawat mengacu pada standar keperawatan keluarga meliputi :
a.      Mengaplikasikan konsep teori sebagai dasar keputusan praktik
b.      Mengumpulkan data secara sistematis tentang kesehatan keluarga secara komperhensif dan akurat
c.       Menganalisa data kesehatan individu dan keluarga untuk menetapkan diagnosa keperawatan
d.      Mengembangkan rencana keperawatan pada masing-masing tingkat pencegahan sesuai dengan kebutuhan klien dan keluarga yang unik
e.      Melakukan intervensi keperawatan keluarga yang meliputi promosi kesehatan/ pendidikan kesehatan, pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, pemulihan kesehatan dan rehabilitasi.
f.        Mengevaluasi respon individu dan keluarga terhadap intervensi keperawatan, untuk menetapkan perkembangan pencapaian tujuan.
g.      Berpartisipasi dalam kelompoknya untuk menilai kualitas praktik keperawatan keluarga
h.      Bekerjasama dengan pemberi pelayanan kesehatan yang lain dalam pelayanan keperawatan keluarga
i.        Berkontribusi dalam pengembangan teori dan praktik keperawatan keluarga melalui penelitian 

7.        Kegiatan Pelayanan Keperawatan Keluarga
Berdasarkan dengan lingkup pelayanan keperawatan keluarga maka kegiatan pelayanan keperawatan yang dilakukan mencakup : 
a.      Melaksanakan tindakan keperawatan (Nursing treatment) sesuai kebutuhan perkembangan keluarga.
b.      Melakukan tindakan kolaborasi dengan tim kesehatan terkait, seperti medik, gizi, fisioterapi, dan lain-lain.
c.       Melakukan observasi (pengamatan) dan pemantauan status kesehatan seluruh anggota keluarga.
d.      Melakukan tindakan kedaruratan dalam pelayanan keperawatan keluarga
e.      Melakukan kontrol infeksi di rumah (infection control)
f.        Memberikan penyuluhan kesehatan, pendidikan, dan pelatihan.
g.      Melakukan konseling baik yang bersifat dukungan atau kritikal.
h.      Memfasilitasi dan memotivasi keluarga untuk modifikasi lingkungan (fisik, psikologis dan sosial) yang menunjang kesehatan anggota keluarga.
i.        Melibatkan keluarga dalam penanganan masalah kesehatan anggotanya dan pemantauan keteraturan atau kepatuhan klien dan keluarga melaksanakan intervensi  keperawatan dan pengobatan
j.        Memfasilitasi pemanfaatan sumber-sumber di komunitas guna menunjang penanganan masalah kesehatan anggota keluarganya.
k.       Melakukan kegiatan rujukan terutama kasus kontak serumah
l.        Melakukan pemantauan (follow up) serta penilaian hasil
m.    Melakukan kolaborasi lintas program dan lintas sektor untuk meningkatkan pelayanan keperawatan keluarga
n.    Melakukan pendokumentasian pelayanan dan asuhan keperawatan keluarga.

8.        Pelaksana
a.   Kualifikasi Tenaga
Pelayanan keperawatan keluarga dilakukan oleh seorang perawat, baik perawat laki-laki maupun perawat perempuan, yang mempunyai latar belakang pendidikan minimal D3 keperawatan dengan pengalaman kerja minimal 3 tahun dan telah memperoleh pelatihan tambahan tentang pelayanan keperawatan keluarga. 

Bagi sarana pelayanan kesehatan pemerintah yang belum memiliki perawat dengan kualifikasi lulusan D3 Keperawatan, dalam masa transisi dapat menggunakan tenaga perawat lulusan Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun dan telah memperoleh pelatihan tambahan tentang pelayanan keperawatan keluarga. 

b.   Kompetensi Perawat Yang Melaksanakan Pelayanan Keperawatan Keluarga
Perawat pelaksana pelayanan keperawatan keluarga harus mempunyai kemampuan :

1)      Melakukan pengkajian keperawatan keluarga meliputi :
a)         Mengumpulkan data tentang keluarga dan anggota keluarga yang berisiko atau sakit, termasuk melakukan pemeriksaan fisik pada anggota keluarga.
b)         Mengidentifikasi hubungan keluarga dengan komunitas sekitarnya dan sumber-sumber yang ada di komunitas.
c)         Mengidentifikasi faktor resiko lingkungan yang dapat mempengaruhi kesehatan anggota keluarga.
d)         Mengidentifikasi nilai-nilai dan keyakinan keluarga yang berhubungan dengan kesehatan anggota keluarga.

2)      Melakukan analisis data dan rumusan diagnosis keperawatan
3)      Menyusun perencanaan keperawatan :
a)         Melakukan penetapan prioritas masalah keperawatan
b)         Menetapkan tujuan keperawatan 
c)         Menetapkan rencana intervensi keperawatan keluarga

4)      Melakukan tindakan keperawatan pada keluarga meliputi :
a)         Intervensi keperawatan dasar dalam pemenuhan kebutuhan dasar keluarga
b)         Terapi keperawatan
c)         Terapi komplementer
d)         Pendidikan kesehatan dan promosi kesehatan pada keluarga
e)         Monitoring kesehatan keluarga dan kepatuhan dalam pelayanan kesehatan
f)          Melakukan tindakan kedaruratan dalam pelayanan keperawatan keluarga
g)         Memotivasi keluarga untuk memodifikasi lingkungan yang menguntungkan kesehatannya
h)         Melakukan tindakan kontrol infeksi dalam keperawatan keluarga
i)           Melakukan tindakan pencegahan cedera

5)      Melakukan evaluasi pencapaian tujuan asuhan keperawatan  keluarga
6)      Melakukan kolaborasi dengan petugas kesehatan yang lain dalam asuhan keperawatan keluarga
7)      Mendokumentasikan asuhan keperawatan keluarga sesuai dengan format yang tersedia.
8)      Merujuk individu dan keluarga dalam penanganan masalah yang memerlukan penanganan di luar kewenangannya.
9)      Melakukan koordinasi pelayanan yang diperlukan individu dan keluarga

c.       Peran  dan Fungsi Perawat di Keluarga
Peran dan fungsi perawat di keluarga dijabarkan dalam the nine star of family nursing (PPNI, 2004) yang meliputi:
1)         Pendidik kesehatan: mengajarkan kepada keluarga baik secara formal maupun informal tentang kesehatan dan penyakit serta bertindak sebagai pemberi pelayanan kesehatan utama tentang informasi kesehatan.
2)         Pemberi pelayanan atau pengawas: memberikan pelayanan langsung dan melakukan pengawasan/pembinaan terhadap pelayanan yang diberikan, termasuk anggota keluarga dan pembantu perawat.
3)         Advokat keluarga: bekerja mendukung keluarga dan berbicara atas nama tentang isu-isu seperti keamanan dan akses untuk mendapatkan pelayanan.
4)         Penemu kasus atau epidemiologist: mendeteksi penyakit dan menjalankan peran utama dalam pengamatan dan pengawasan penyakit.
5)         Peneliti: mengidentifikasi masalah-masalah praktis dan mencari jawaban atau solusi melalui investigasi ilmiah baik secara mandiri maupun berkolaborasi.
6)         Manejer dan koordinator: mengelola dan bekerjasama dengan anggota keluarga, pelayanan kesehatan dan sosial, serta sektor lain untuk meningkatkan akses mendapatkan pelayanan kesehatan.
7)         Fasilitator: menjalankan peran teapeutik untuk membantu mengatasi masalah dan mengidentifikasi sumber.
8)         Konselor: berperan sebagai konsultan bagi keluarga untuk mengidentifikasi dan memfasilitasi keterjangkauan keluarga/masyarakat terhadap sumber-sumber yang diperlukan.
9)         Pengubah/pemodifikasi lingkungan: bekerja untuk memodifikasi lingkungan, misalnya lingkungan rumah, sehingga mampu meningkatkan mobilitas dan menerapkan asuhan mandiri.

C.         Asuhan Keperawatan Keluarga pada Pasien dengan Malaria
1.     Pengkajian Keperawatan
Meliputi :
a.         Pengumpulan Data, terdiri dari :
1)      Struktur Keluarga
a)         Pengambil keputusan dalam keluarga : nama Kepala Keluarga (KK)
b)         Alamat Rumah : alamat rumah yang menjadi tempat tinggal saat ini
c)         Komposisi keluarga, terdiri dari nama, umur, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan, serta hubungan anggota keluarga dengan KK
d)         Genogram Keluarga

2)      Latar Belakang Sosial-Ekonomi dan Budaya
a)         Penghasilan keluarga : dibandingkan dengan Upah Minimum Regional (UMR) keluarga wilayah tersebut
b)         Pengeluaran keluarga : dibandingkan dengan penghasilan yang didapat keluarga
c)         Dana khusus kesehatan : dana yang dikhususkan untuk kesehatan, seperti asuransi kesehatan, tabungan kesehatan, dll
d)         Suku : identitas suku bangsa dalam keluarga
e)         Agama : identitas agama dalam keluarga

3)      Gambaran Rumah dan Lingkungan Sekitar
a)         Tipe rumah : dinilai apakah termasuk keluarga inti atau besar
b)         Sanitasi lingkungan rumah : dinilai berdasarkan saluran pembuangan air limbah, kebiasaan mencuci tangan, kebersihan rumah dan lingkungan sekitar
c)         Kedekatan dengan fasilitas pelayanan kesehatan : jarak tempuh rumah dengan rumah sakit dan puskesmas terdekat yang dimanfaatkan keluarga
d)         Fasilitas transportasi sehari-hari : fasilitas transportasi yang sehari-hari digunakan keluarga

4)      Status dan Kebiasaan Hidup Sehat Keluarga
a)         Riwayat penyakit keluarga : daftar penyakit-penyakit yang dimiliki anggota keluarga


ssmoga bisa bermanfaat buat teman2ku semua....
hahaha wasalam...