Info Unik Menarik

Senin, 30 Desember 2013

BATU AJAIB

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - BATU AJAIBPada awalnya manusialah yang menciptakan kebiasaan. Namun lama kelamaan, kebiasaanlah yang menentukan tingkah laku manusia. Ada seorang yang hidupnya amat miskin. Namun walaupun ia miskin ia tetap rajin membaca. Suatu hari secara tak sengaja ia membaca sebuah buku kuno. Buku itu mengatakan bahwa di sebuah pantai tertentu ada sebuah batu yang hidup, yang bisa mengubah benda apa saja menjadi emas. Setelah mempelajari isi buku itu dan memahami seluk-beluk batu ersebut, ia pun berangkat menuju pantai yang disebutkan dalam buku kuno itu. Dikatakan dalam buku itu bahwa batu ajaib itu agak hangat bila disebut, seperti halnya bila kita menyentuh makhluk hidup lainnya. Setiap hari pemuda itu memungut batu, merasakan suhu batu tersebut lalu membuangnya ke laut dalam setelah tahu kalau batu dalam genggamannya itu dingin-dingin saja. Satu batu, dua batu, tiga batu dipungutnya dan dilemparkannya kembali ke dalam laut. Satu hari, dua hari, satu minggu, setahun ia berada di pantai itu. Kini mengg....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Minggu, 29 Desember 2013

ELANG ATAU KALKUN

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - ELANG ATAU KALKUNMark Victor Hansen adalah orang yang menciptakan seri buku Chicken Soup. Waktu penghasilannya baru mencapai $ 1 juta, ia bertemu dgn Anthony Robbins dan bertanya padanya. “Penghasilan Anda demikian besar, bagaimana saya bίsα mencapainya juga ? Anthony bertanya, “Siapakah kelompok pergaulan yang jadi pemikir utama Anda ?” Ia menjawab, “Kelompok jutawan”. Anthony Robbins berkata, “Itulah kekeliruan Anda. Anda harus bergaul dgn kelompok miliarder, pasti mereka akan membuat Anda berpikir pada tingkatan mereka.” Kini penghasilan Hansen sudah hampir mencapai angka $ 1 milyar. Seorang teman atau komunitas tertentu bίsα mempengaruhi kitα dari segi baik atau buruk. Hal ini diteguhkan juga oleh penelitian yang dilakukan Dr. David dari Universitas Harvard, yang menyimpulkan bahwa setelah 25 tahun hidup maka teman2 Anda akan memiliki pengaruh terhadap hidup ătαŭ kesuksesan Anda. Pada dasarnya manusia memang senang beradaptasi ă....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sabtu, 28 Desember 2013

MICHAEL JORDAN, SANG LEGENDA BASKET

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - MICHAEL JORDAN, SANG LEGENDA BASKETDunia olahraga mengenal beberapa nama sebagai legendanya masing-masing. Tinju ada Mohammad Ali. Sepakbola ada Pele dan Maradona. Golf ada nama Tiger Woods. Balap F1 ada Michael Schumacher. Dan, di bola basket, ada satu nama yang dianggap paling berpengaruh hingga sekarang, Michael Jordan. Untuk satu nama terakhir, meski sudah pensiun dari olahraga yang membesarkan namanya, namun dirinya seolah tak tergantikan. Beberapa nama yang dianggap sebagai the next Jordan-di arena basketball Amerika, NBA-tetap tak bisa menggantikan ketenarannya. Nomor kaosnya-23-hingga kini juga digantung di langit-langit hall of fame sebagai bentuk penghargaan atas prestasinya. Michael Jordan memang sosok yang sangat komplit. Di dalam lapangan, kemampuannya tak diragukan lagi. Berbagai atraksi menarik disuguhkan saat bertanding. Ia bahkan disebut-sebut bukan lagi sebagai seorang atlet, melainkan sudah menjadi aktor film yang mengundang decak kagum penontonnya. Karena itu, tak heran, kala ia pernah memutuskan p....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

MAMA

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - MAMALos Felidas adalah nama sebuah jalan di ibu kota sebuah negara di Amerika Selatan, yang terletak di kawasan terkumuh diseluruh kota. Ada sebuah kisah yang menyebabkan jalan itu begitu dikenang orang. Itu dimulai dari kisah seorang pengemis wanita yang juga ibu seorang gadis kecil. Tidak seorangpun yang tahu nama aslinya, tapi beberapa orang tahu sedikit masa lalunya, yaitu bahwa ia bukan penduduk asli di situ, melainkan dibawa oleh suaminya dari kampung halamannya. Seperti kebanyakan kota besar di dunia ini, kehidupan masyarakat kota terlalu berat untuk mereka, dan belum setahun mereka di kota itu, mereka kehabisan seluruh uangnya, dan pada suatu pagi mereka sadar bahwa mereka tidak tahu di mana mereka tidur malam nanti dan tidak sepeserpun uang ada di kantong. Padahal mereka sedang menggendong bayi mereka yang berumur 1 tahun. Dalam keadaan panik dan putus asa, mereka berjalan dari satu jalan ke jalan lainnya, dan akhirnya tiba di sebuah jalan sepi di mana puing-puing sebuah toko s....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

TIGA JAGOAN MATI SEMUA

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - TIGA JAGOAN MATI SEMUAAda tiga orang pemuda yang gagah berani mereka termasuk tiga serangkai Jeger dikampungnya orang lain tidak ada yang berani melawan ketiga pemuda ini meskipun diantara mereka pun sering terjadi perselisihan dari hal hal yang sepele sampai urusan yang lebih besar tapi setiap terjadi perkelahian diantara mereka belum pernah ada yang menang atau pun kalah karena sama jagonya sampai akhirnya mereka bertiga bersahabat akrab. Nama ketiga orang itu sama di awali dengan hurup ” A ” Abdullah, Abidin, dan Abdul Gafur, ketiganya selalu berangkat kemudian Nongkrong bersama sama sambil mencari obyekan , maklum ketiga orang ini adalah pengangguran dan sudah lama belum dapat pekerjaan tetap. Suatu hari si Abidin mengajak kedua temannya untuk bekerja ke Luar Negri, mereka semua sepakat untuk bekerja di luar negri bersama sama tanpa keterampilan khusus bukan masalah bagi mereka karena nanti juga bisa belajar , kalaupun belum sempat belajar mungkin di luar negri juga mereka bisa jadi preman, Pendap....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Jumat, 27 Desember 2013

FILOSOFI MEMANAH

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - FILOSOFI MEMANAHAlkisah, di suatu senja yang kelabu, tampak sang raja beserta rombongannya dalam perjalanan pulang ke kerajaan dari berburu di hutan. Hari itu adalah hari tersial yang sangat menjengkelkan hati karena tidak ada satu buruan pun yang berhasil dibawa pulang. Seolah-olah anak panah dan busur tidak bisa dikendalikan dengan baik seperti biasanya. Setibanya di pinggir hutan, raja memutuskan beristirahat sejenak di rumah sederhana milik seorang pemburu yang terkenal karena kehebatannya memanah. Dengan tergopoh-gopoh, si pemburu menyambut kedatangan raja beserta rombongannya. Setelah berbasa-basi, tiba-tiba si pemburu berkata, "Maaf baginda, sepertinya baginda sedang jengkel dan tidak bahagia. Apakah hasil buruan hari ini tidak memuaskan baginda?" Bukannya menjawab pertanyaan, sang raja malah beranjak menghampiri sebuah busur tanpa tali yang tergeletak di sudut ruangan. "Pemburu, kenapa busurmu tidak terpasang talinya? Apakah engkau sudah tidak akan memanah lagi?" tanya sang raja dengan nada....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

TIGA KARUNG BERAS

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - TIGA KARUNG BERASIni adalah makanan yang tidak bisa dibeli dengan uang. Kisah ini adalah kisah nyata sebuah keluarga yang sangat miskin, yang memiliki seorang anak laki-laki. Ayahnya sudah meninggal dunia, tinggalah ibu dan anak laki-lakinya untuk saling menopang. Ibunya bersusah payah seorang membesarkan anaknya, saat itu kampung tersebut belum memiliki listrik. Saat membaca buku, sang anak tersebut diterangi sinar lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih menjahitkan baju untuk sang anak. Saat memasuki musim gugur, sang anak memasuki sekolah menengah atas. Tetapi justru saat itulah ibunya menderita penyakit rematik yang parah sehingga tidak bisa lagi bekerja disawah. Saat itu setiap bulannya murid-murid diharuskan membawa tiga puluh kg beras untuk dibawa kekantin sekolah. Sang anak mengerti bahwa ibuya tidak mungkin bisa memberikan tiga puluh kg beras tersebut. Dan kemudian berkata kepada ibunya: "Ma, saya mau berhenti sekolah dan membantu mama bekerja di sawah". Ibunya mengelus kepala an....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kamis, 26 Desember 2013

KETIKA KAISAR MEMERINTAH DENGAN BELAS KASIH

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - KETIKA KAISAR MEMERINTAH DENGAN BELAS KASIHTahun pertama masa Zhenguan, Kaisar Tang Taizong memberitahu kepala personil kerajaan, “Kehidupan perempuan di lingkungan istana sangat memprihatinkan. Pada akhir Dinasti Sui, istana kerajaan terlalu banyak merekrut tenaga kerja perempuan. Banyak dari mereka tinggal di kota lingkar luar istana, dimana kaisar jarang berkunjung; hal mana hanya menghamburkan uang dan tenaga. Saya tidak menyukai situasi ini. Yang mereka lakukan hanya membersihkan rumah. Apa lagi yang dapat mereka lakukan? Biarkan mereka pulang ke rumah dan menikah. Kita dapat menghemat uang dan orang-orang akan lebih bahagia serta memiliki kehidupan pribadinya.” Setelah itu, istana kerajaan mengirim pulang lebih dari 3.000 perempuan. Tahun kedua masa Zhenguan, Tiongkok Tengah mengalami masa kekeringan diikuti dengan kelaparan yang parah. Kaisar Tang Taizong mengatakan kepada menteri-menterinya, “Cuaca yang ekstrim adalah akibat dari kekurangan De (kebajikan, budi pekerti) pada diri saya, saya memerintah tidak berd....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Selasa, 24 Desember 2013

KIOS SUARA HATI

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - KIOS SUARA HATIBeberapa waktu yang lalu pernah muncul sebuah kisah menarik yang ditayangkan dalam berita televisi di Taiwan. Di pegunungan Alishan ada sebuah tempat yang bernama Rueili. Seutas jalan yang menghubungkan Chiay dan Alishan melewati daerah ini. Di pinggir jalan ada sebuah tempat penjualan sayur-sayuran segar, sayuran yang tumbuh dan mendapat pupuk organik alamiah tanpa bahan-bahan kimia yang dewasa ini disinyalir oleh dunia medis sebagai unsur yang bisa mendatangkan kanker. Di samping sayur mayur, ada juga buah-buahan segar dijajar dalam kiosk kecil itu. Namun anehnya. Kiosk itu terbuka selama 24 jam sehari dan tak pernah ditutup. Lebih aneh lagi, tak ada seorangpun yang duduk di sana melayani para pembeli. Daftar harga per kilogram dari masing-masing barang tertulis jelas. Sebuah alat timbang terletak di atas meja. Sebuah tong yang dibuat dari kayu ditinggalkan di salah satu sudut. Dalam tong kayu ini terdapat lembaran uang kertas serta uang logam yang dimasukan oleh para pembeli. Di ....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

GUCI CANTIK

Kamis, 19 Desember 2013

AYAH LUAR BIASA

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - AYAH LUAR BIASAAda sebuah kisah yang mengharukan tentang hubungan seorang ayah dengan anaknya yang cacat sejak dari lahirnya. Sang ayah bernama Dick dan si anak bernama Rick. Dick dan Rick Hoyt adalah ayah dan anak, sekaligus salah satu tim yang ikut serta dalam sebuah pertandingan triathlon yaitu semacam marathon dengan rupa-rupa olah raga seperti lari yang berjarak 26,2 mil, ditambah bersepeda sejauh 112 mil, serta berenang 2,4 mil. Belum lagi mereka harus mendaki gunung dan lain sebagainya. Total keseluruhannya sekitar 3,735 mil. Dick Hoyt, sang ayah yang berusia 65 tahun saat itu, mendorong dan menarik Rick yang hanya dapat duduk dibangku roda karena kondisi tubuhnya yang cacat. Sebenarnya, sejak Rick lahir Dick dan istrinya sudah mengetahui bahwa mereka akan memiliki anak yang cacat. Namun, mereka tetap menerima keadaan Rick. Pada saat pertandingan triathlon ini akan diselenggarakan, Rick berkata kepada ayahnya apakah ia dapat mengikuti pertandingan itu. Dan tanpa ragu, sang ayahpun bersedia u....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Senin, 16 Desember 2013

PAKAIAN KEBAHAGIAAN

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - PAKAIAN KEBAHAGIAANSuatu ketika, tersebutlah seorang raja yang kaya raya. Kekayaannya sangat melimpah. Emas, permata, berlian, dan semua batu berharga telah menjadi miliknya. Tanah kekuasaannya, meluas hingga sejauh mata memandang. Puluhan istana, dan ratusan pelayan siap menjadi hambanya. Karena ia memerintah dengan tangan besi, apapun yang diinginkannya hampir selalu diraihnya. Namun, semua itu tak membuatnya merasa cukup. Ia selalu merasa kekurangan. Tidurnya tak nyenyak, hatinya selalu merasa tak bahagia. Hidupnya, dirasa sangatlah menyedihkan. Suatu hari, dipanggillah salah seorang prajurit tebaiknya. Sang Raja lalu berkata, “Aku telah punya banyak harta. Namun, aku tak pernah merasa bahagia. Karena itu, ujar sang raja, “aku akan memerintahkanmu untuk memenuhi keinginanku. Pergilah kau ke seluruh penjuru negeri, dari pelosok ke pelosok, dan temukan orang yang paling berbahagia di negeri ini. Lalu, bawakan pakaiannya kepadaku.” “Carilah hingga ujung-ujung cakrawala dan buana. Jika aku bisa....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Minggu, 15 Desember 2013

SEKOLAH PARA BIN*A*TANG

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - SEKOLAH PARA BIN*A*TANGSyahdan, terbetiklah sebuah kabar yang menggegerkan langit dan bumi. Kabar itu berasal dari dunia binatang. Menurut cerita, para binatang besar ingin membuat sekolah untuk para binatang kecil. Mereka, para binatang besar itu, berencana menciptakan sebuah sekolah yang di dalamnya akan diajarkan mata pelajaran memanjat, terbang, berlari, berenang, dan menggali. Anehnya, mereka tidak dapat mengambil kata sepakat tentang subjek mana yang paling penting. Mereka akhirnya memutuskan agar semua murid mengikuti seluruh mata pelajaran yang diajarkan. Jadi, setiap murid harus mengikuti mata pelajaran memanjat, terbang, berlari, berenang, dan menggali. Sekolah pun dibuka dan menerima murid dari pelbagai pelosok hutan. Pada saat-saat awal dikabarkan bahwa sekolah berjalan lancar. Seluruh murid dan pengajar di sekolah itu menikmati segala kebaruan dan keceriaan. Hingga tibalah pada suatu hari yang mengubah keadaan sekolah itu. Tersebutlah salah satu murid bernama Ke....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Jumat, 13 Desember 2013

TONGKAT PENUNTUN

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - TONGKAT PENUNTUNSudah menjadi kebiasaan orang tua-tua jika tubuh sudah tidak sekuat remaja maka tongkat menjadi alat bantu yang sungguh berguna. Begitu pula bagi kakek Putih di desa Ujung Pelangi. Kakek tersebut memang lebih dikenal sebagai Kakek Putih karena selain rambutnya yang putih juga karena ketulusan dan kebijaksanaannya dalam membantu penduduk desa memecahkan perkaranya. Kemana-mana sang kakek Putih selalu menggunakan tongkat bambu wuluhnya jika berjalan mengelilingi desa. Bambu wuluh memang dikenal sebagai bambu yang kuat dan nyaman bagi pemakainya. Kebetulan pula di kebun sang kakek banyak ditumbuhi bambu wuluh. Namun semenjak sang kakek kemana –mana memakai tongkatnya, banyak orang tua-tua di desa mulai membiasakan dirinya berjalan-jalan dengan tongkat bambu wuluh meski beberapa dari mereka tubuhnya masih terlihat tegap dan kuat. Harapannya adalah supaya bisa terlihat bersahaja dan menjadi bijaksana seperti sang kakek Putih. Menyadari itu sang kakek hanya tersenyum melihatnya. Hingga t....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Selasa, 10 Desember 2013

YANG PALING KAU SAYANGI

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - YANG PALING KAU SAYANGIDalam sebuah rumah mewah, hiduplah sepasang suami istri. Mereka sangat harmonis dan sudah meraih kehidupan yg mapan. Namun setelah 10 thn menikah mereka belum juga dikarunia seorang anakpun. Mereka benar2 saling mencintai, tetapi karena desakan berbagai pihak akhirnya si suami berkeinginan menceraikan istrinya karena dianggap tidak mampu memberinya seorang anak sbg pewaris. Setelah berdebat lama & cukup sengit, si istri yg terluka hatinya akhirnya menyerah. Melalui percakapan berkali-kali dgn berat hati orang tua mrk menyetujui dengan syarat, sebelum bercerai mrk harus mengadakan pesta perpisahan layaknya pesta pernikahan mereka dulu. Maka pesta megah diselenggarakan, pesta yg tidak membahagiakan siapapun. Si Suami tampak tertekan & meneguk anggur sampai mabuk berat, sementara si istri sesekali menghapus air matanya. Disaat tak terduga si suami yg mabok dgn lantang berkata, "Istriku, saat kau pergi nanti, semua barang berharga atau apa pun yg kau sukai dan kau sayangi, bole....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

NASRUDIN DAN TIGA ORANG BIJAK

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - NASRUDIN DAN TIGA ORANG BIJAKPada suatu hari ada tiga orang bijak yang pergi berkeliling negeri untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang mendesak. Sampailah mereka pada suatu hari di desa Nasrudin. Orang orang desa ini menyodorkan Nasrudin sebagai wakil orang orang yang bijak di desa tersebut. Nasrudin dipaksa berhadapan dengan tiga orang bijak itu dan di sekeliling mereka berkumpullah orang orang desa menonton mereka bicara. Orang bijak pertama bertanya kepada Nasrudin, "Di mana sebenarnya pusat bumi ini?" Nasrudin menjawab, "Tepat di bawah telapak kaki saya, saudara." "Bagaimana bisa saudara buktikan hal itu?" tanya orang bijak pertama tadi. "Kalau tidak percaya," jawab Nasrudin, "Ukur saja sendiri." Orang bijak yang pertama diam tak bisa menjawab. Tiba giliran orang bijak kedua mengajukan pertanyaan. "Berapa banyak jumlah bintang yang ada di langit?" Nasrudin menjawab, "Bintang bintang yang ada di langit itu jumlahnya sama dengan rambut yang tumbuh di keledai saya ini." "Bagaimana saudara bisa mem....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

KUPU-KUPU

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - KUPU-KUPUSeseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Suatu hari lubang kecil muncul dari kepompong. Orang itu duduk dan mengamati selama beberapa jam bagaimana si kupu-kupu berjuang memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya, dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Ternyata, Kupu-kupu itu mempunyai tubuh yang gembung dan kecil, dan sayapnya mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yg mungkin akan berkembang dalam waktu. Ternyata Semuanya tak pernah terjadi. kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Dia tidak pernah bisa terbang. Kebaikan dan ket....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

KISAH YUE-YUE YANG TRAGIS DAN DIABAIKAN 18 ORANG

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - KISAH YUE-YUE YANG TRAGIS DAN DIABAIKAN 18 ORANGYue Yue bocah yang berusia 2 tahun menjadi korban tabrak lari di pasar grosir di China selatan kemungkinan akan tetap dalam keadaan koma, menurut dokter senior di rumah sakit yang merawatnya. Qu fei fei, ibu Yue Yue, dalam penderitaan emosional berbicara tentang anaknya yang telah dinyatakan mati otak. Dia mengatakan kepada anak perempuannya: “Jangan menyerah , ibu tidak menyerah untuk menyembuhkanmu, biarkan ibu memiliki satu kesempatan lagi untuk mencintai dan memanjakan Anda ” Kejadian ini membangkitkan kemarahan orang-orang di China dan di seluruh dunia pada hari Selasa (18/10), menimbulkan tanda tanya besar apakah keajaiban ekonomi China telah membuat hilangnya moral dalam kebangkitannya. Yue Yue dibiarkan tergeletak di jalan oleh 18 orang yang lewat setelah akhirnya ditolong dan diselamatkan oleh orang ke-19 kini tetap dalam kondisi kritis di unit perawatan intensif rumah sakit militer Guangzhou jantung industri Guangdong China. Kepala bedah saraf rumah sakit, dikutip ole....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Minggu, 08 Desember 2013

MICHAEL JORDAN, SANG LEGENDA BASKET

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - MICHAEL JORDAN, SANG LEGENDA BASKETDunia olahraga mengenal beberapa nama sebagai legendanya masing-masing. Tinju ada Mohammad Ali. Sepakbola ada Pele dan Maradona. Golf ada nama Tiger Woods. Balap F1 ada Michael Schumacher. Dan, di bola basket, ada satu nama yang dianggap paling berpengaruh hingga sekarang, Michael Jordan. Untuk satu nama terakhir, meski sudah pensiun dari olahraga yang membesarkan namanya, namun dirinya seolah tak tergantikan. Beberapa nama yang dianggap sebagai the next Jordan-di arena basketball Amerika, NBA-tetap tak bisa menggantikan ketenarannya. Nomor kaosnya-23-hingga kini juga digantung di langit-langit hall of fame sebagai bentuk penghargaan atas prestasinya. Michael Jordan memang sosok yang sangat komplit. Di dalam lapangan, kemampuannya tak diragukan lagi. Berbagai atraksi menarik disuguhkan saat bertanding. Ia bahkan disebut-sebut bukan lagi sebagai seorang atlet, melainkan sudah menjadi aktor film yang mengundang decak kagum penontonnya. Karena itu, tak heran, kala ia pernah memutuskan p....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Jumat, 06 Desember 2013

CINTA TITIK

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - CINTA TITIK1. Cinta sejati tidak sama dengan nafsu Cinta dan nafsu sering kali membingungkan kita. Sebenernya, kebanyakan tema film, lagu, novel bukanlah tentang cinta, melainkan nafsu. Bagaimana membedakanya? cinta tahan uji, … nafsu mudah luntur … cinta menghargai … nafsu memanfaatkan … Daya tarik fisik sering kali menjadi satu sinyal awal dari tumbuhnya Cinta sejati, tapi itu belum jadi cinta sejati. 2. Cinta tidak sama dengan keromantisan Perasaan romantis memang luar biasa dalam hubungan dekat antara pria dan wanita. Tuhan memang merancang agar kita mengalami perasaan seperti ini dalam hubungan istimewa dengan lawan jenis. Namun gairah dan kehangatan romansa tidak dapat disamakan dengan cinta. Keromantisan merupakan suatu perasaan; sedangkan cinta sejati masih memiliki makna yang jauh lebih dalam lagi. 3. Cinta sejati tidak sama dengan tergila-gila Perasaan tergila-gila adalah daya tarik dan gairah yang kuat dalam diri seseorang terhadap lawan jenisnya. Kamu akan memikirkan d....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

JANGAN PERNAH MENYERAH

“Aku hanya manusia biasa.. karena aku tidak mampu mengerjakan semuanya, maka aku tidak akan menolak mengerjakan apa yang mampu aku lakukan.. ” (Albert Everett Hale) Aku adalah seorang perawat yang khusus merawat penderita stroke. Ada dua karakter khas yang aku temui dari penderita stroke, mereka sangat ingin hidup – atau justru ingin segera mati. Salah satu pasien yang cukup berarti bagiku ialah Albert. Saat berkeliling melakukan pemeriksaan di rumah sakit, aku melihat Albert, dalam posisi meringkuk dalam posisi seperti janin dalam kandungan. Ia seorang pria setengah baya. Tubuhnya ditutupi selimut – dan kepalanya hampir tidak kelihatan di balik selimutnya. Ia tidak bereaksi saat aku memperkenalkan diri. Di ruang jaga perawat aku mendapatkan informasi bahwa umur Albert tidak panjang lagi. Ia hidup sendirian, istrinya telah meninggal, dan anak-anaknya entah berada dimana. Mungkin aku dapat menolongnya. Meskipun aku seorang janda, tubuhku bagus dan wajahku masih cantik. Aku j....
Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Rabu, 04 Desember 2013

SIFAT KEPITING

Mungkin banyak yang tahu wujud kepiting, tapi tidak banyak yang tahu sifat kepiting. Semoga Anda tidak memiliki sifat kepiting yang dengki. Di Filipina, masyarakat pedesaan gemar sekali menangkap dan memakan kepiting sawah. Kepiting itu ukurannya kecil namun rasanya cukup lezat. Kepiting-kepiting itu dengan mudah ditangkap di malam hari, lalu dimasukkan ke dalam baskom/wadah, tanpa diikat. Keesokkan harinya, kepiting-kepiting ini akan direbus dan lalu disantap untuk lauk selama beberapa hari. Yang paling menarik dari kebiasaan ini, kepiting-kepiting itu akan selalu berusaha untuk keluar dari baskom, sekuat tenaga mereka, dengan menggunakan capit-capitnya yang kuat. Namun seorang penangkap kepiting yang handal selalu tenang meskipun hasil buruannya selalu berusaha meloloskan diri. Resepnya hanya satu, yaitu si pemburu tahu betul sifat si kepiting. Bila ada seekor kepiting yang hampir meloloskan diri keluar dari baskom, teman-temannya pasti akan menariknya lagi kembali ke dasar. ....
Kumpulan Inspirasi dan Motivasi Nomor #1

Jumat, 19 April 2013

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA PASIEN DENGAN MALARIA



MODUL ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA PASIEN DENGAN MALARIA


Materi Modul :

Anopeles Betina
Tujuan Pembelajaran Umum :
Peserta mampu memberikan asuhan keperawatan keluarga pada pasien dengan Malaria.

Tujuan Pembelajaran Khusus :
Setelah mengikuti sesi pembelajaran, peserta mampu :
1.      menjelaskan konsep dasar keluarga
2.      menjelaskan konsep pelayanan keperawatan keluarga
3.      menjelaskan proses asuhan keperawatan keluarga pada pasien dengan Malaria
4.      melakukan dokumentasi asuhan keperawatan keluarga pada pasien dengan Malaria

Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan :
Dalam modul ini akan dibahas pokok bahasan sebagai berikut :
Pokok Bahasan 1 :  Konsep Dasar Keluarga
Pokok Bahasan 2 :  Pelayanan Keperawatan Keluarga
Pokok Bahasan 3 :  Asuhan Keperawatan Keluarga pada Pasien dengan Malaria

Waktu :
4 jpl (Teori = 2 jpl, Penugasan = 2 jpl)

Metode :
1.      Ceramah dan tanya jawab
2.      Penugasan Studi Kasus
3.      Penugasan Bermain Peran


Media :
1.      Bahan tayangan
2.      Bahan modul        

Alat Bantu :
1.      Komputer/ Laptop
2.      LCD projector
3.      Whiteboard, Flipchart, Spidol

Referensi :
Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (2009).
Pedoman Penatalaksanaan Kasus Malaria di Indonesia. Departemen Kesehatan R.I. :
Jakarta

NANDA International (2008). Nursing Diagnoses : Definitions and Classification 2009-2011
edition. Wiley Blackwell : United States.

Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan (2007). Pedoman Pelayanan Keperawatan
Keluarga. Departemen Kesehatan R.I. : Jakarta




MATERI MODUL ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
PADA PASIEN DENGAN MALARIA


I.          Deskripsi  Singkat  
Pelayanan Keperawatan Keluarga merupakan pelayanan holistik yang menempatkan keluarga dan komponennya sebagai fokus pelayanan dan melibatkan anggota keluarga dalam tahap pengkajian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi tindakan keperawatan dengan memobilisasi sumber-sumber pelayanan kesehatan yang tersedia di keluarga dan sumber-sumber dari profesi lain termasuk pemberi pelayanan kesehatan dan sektor lain di komunitas. Sasaran pelayanan keperawatan keluarga terdiri dari keluarga sehat, keluarga risiko tinggi/ rawan kesehatan, maupun keluarga yang memerlukan tindak lanjut pelayanan kesehatan. Keluarga yang memiliki pasien Malaria merupakan salah satu sasaran pelayanan keperawatan keluarga.

Pada modul ini akan dibahas mengenai konsep dasar keluarga, konsep pelayanan keperawatan keluarga, asuhan keperawatan keluarga pada pasien dengan Malaria serta pelaksanaan dokumentasinya.


II.       Tujuan Pembelajaran :
A. Tujuan Umum
Peserta mampu memberikan asuhan keperawatan keluarga pada pasien dengan Malaria.

B. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti sesi pembelajaran, peserta mampu :
1.      menjelaskan konsep dasar keluarga
2.      menjelaskan konsep pelayanan keperawatan keluarga
3.      menjelaskan proses asuhan keperawatan keluarga pada pasien dengan Malaria
4.      melakukan dokumentasi asuhan keperawatan keluarga pada pasien dengan Malaria
III.    Pokok Bahasan
Pokok Bahasan 1 :  Konsep Dasar Keluarga
Pokok Bahasan 2 :  Konsep Pelayanan Keperawatan Keluarga
Pokok Bahasan 3 :  Asuhan Keperawatan Keluarga pada Pasien dengan Malaria


IV.     Bahan Belajar :
Bahan belajar yang digunakan dalam aktifitas pembelajaran ini terdiri dari :
1.      Modul asuhan keperawatan untuk keluarga dengan penyakit Malaria
2.      Buku-buku referensi terkait dengan perawatan penyakit malaria


V.        Langkah-Langkah Pembelajaran :
Berikut ini akan diuraikan langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang dilakukan dalam memberikan asuhan keperawatan keluarga pada pasien dengan Malaria. Fasilitator melakukan aktifitas dalam rangka menarik minat dan perhatian peserta terhadap materi modul sebagai berikut :
1.            Memberikan salam
2.            Menyampaikan deskripsi singkat tentang materi modul
3.            Mengidentifikasi tingkat pemahaman peserta terkait dengan materi modul
4.            Menyampaikan tujuan pembelajaran, pokok bahasan, dan metode pelatihan yang akan dilaksanakan pada sesi tersebut
5.            Menghimbau peserta untuk meningkatkan perhatian dan berperan serta aktif dalam kegiatan
6.            Menanyakan kepada peserta terkait harapan terhadap kegiatan pada sesi ini
7.            Mengarahkan peserta dengan memanfaatkan modul agar mampu memahami materi modul asuhan keperawatan keluarga dengan Malaria.
8.            Memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya hal-hal yang belum dipahami terkait materi yang telah dibahas dan ketrampilan yang dilatihkan
9.            Memberikan klarifikasi/tanggapan atas pertanyaan peserta terkait dengan materi
10.        Bersama peserta merangkum materi yang telah dibahas
11.        Membagi peserta dalam kelompok dalam rangka melaksanakan penugasan
12.        Memberikan pengarahan kepada setiap kelompok untuk melakukan kegiatan penugasan dan memberikan penjelasan tentang tujuan penugasan dilakukan
13.        Memberikan kesempatan kepada setiap kelompok untuk melakukan aktivitas kegiatan diskusi kelompok sesuai dengan penugasan dan pengarahan fasilitator
14.        Membimbing dan mengevaluasi setiap kelompok saat melakukan penugasan
15.        Memfasilitasi bahan-bahan untuk keperluan penugasan serta menciptakan kondisi lingkungan yang kondusif untuk tiap kelompok
16.        Memberikan klarifikasi dan tanggapan terhadap kegiatan penugasan


VI.     Uraian Materi :
A.        Konsep Dasar Keluarga
1.     Pengertian
Menurut Departemen Kesehatan R.I (1998) Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

2.     Struktur Keluarga
Struktur keluarga terdiri dari bermacam-macam, diantaranya adalah :
a.      Patrilineal : keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah.
b.      Matrilineal : keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu.
c.       Matrilokal : sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri.
d.      Patrilokal : sepasang suami istri yang tinggal bersama kelurga sedarah suami.
e.      Keluarga kawinan : hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan warga dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan dengan suami atau istri.

3.     Ciri-Ciri Struktur Keluarga
Menurut Anderson Carter ciri-ciri struktur keluarga adalah sebagai berikut :
a.            Terorganisasi : saling berhubungan dan ketergantungan antara anggota keluarga.
b.            Ada keterbatasan : setiap anggota memiliki kebebasan tetapi mereka juga mempunyai keterbatasan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya masing-masing.
c.             Ada perbedaan dan kekhususan : setiap anggota keluarga mempunyai peranan dan fungsinya masing-masing.

4.     Tipe Bentuk Keluarga
Tipe bentuk keluarga terdiri dari :
a.            Keluarga inti (Nuclear Family) : keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu, dan Anak-anak.
b.            Keluarga besar (Extended Family) : keluarga Inti ditambah dengan sanak saudara,  misalnya ; nenek, kakek, keponakan, saudara sepupu, paman, bibi, dan sebagainya.
c.             Keluarga berantai (Serial Family) : keluarga yang terdiri dari satu wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan satu keluarga inti.
d.            Keluarga Duda / Janda (Single Family) adalah keluarga yang terjadi karena perceraian atau kematian.
e.            Keluarga berkomposisi (Camposite) : keluarga yang perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama.
f.              Keluarga Kabitas (Cahabitasion) adalah dua orang menjadi satu tanpa pernikahan tapi membentuk suatu keluarga

Keluarga Indonesia umumnya menganut tipe keluarga besar (extended family) karena masyarakat Indonesia yang terdiri dari beberapa suku hidup dalam suatu komuniti dengan adat istiadat yang sangat kuat.

5.     Tugas Pokok Keluarga
Pada dasarnya tugas keluarga terdiri dari delapan tugas pokok sebagai berikut :
a.            Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya
b.            Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga
c.             Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya masing-masing
d.            Sosialisasi antar anggota keluarga
e.            Pengaturan jumlah anggota keluarga
f.              Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga
g.            Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas
h.            Membangkitkan dorongan dan semangat para anggotanya

6.     Fungsi Keluarga
Terdapat tiga fungsi pokok keluarga yaitu :
a.            Asih : memberikan kasih sayang, perhatian, rasa aman, kehangatan pada anggota keluarga sehingga memungkinkan mereka tumbuh dan berkembang sesuai usia dan kebutuhannya.
b.            Asuh : menuju kebutuhan pemeliharaan dan perawatan anak agar kesehatannya selalu terpelihara sehingga memungkinkan menjadi anak-anak sehat baik fisik, mental, sosial, dan spiritual.
c.             Asah : memenuhi kebutuhan pendidikan anak sehingga siap menjadi manusia dewasa yang mandiri dalam mempersiapkan masa depannya.
                    
B.        Konsep Pelayanan Keperawatan Keluarga
Pelayanan keperawatan keluarga merupakan salah satu area pelayanan keperawatan yang dapat dilaksanakan di masyarakat. Pelayanan keperawatan keluarga yang saat ini dikembangkan merupakan bagian dari pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat (Perkesmas). Perawatan kesehatan masyarakat merupakan salah satu program pemerintah dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.

1.        Pengertian
Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan yang ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia ( Kepmenkes R.I. Nomor 1239 Tahun 2001).

Keperawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas) pada dasarnya adalah pelayanan keperawatan profesional yang merupakan perpaduan antara ilmu kesehatan masyarakat dengan ilmu keperawatan yang ditujukan pada seluruh masyarakat dengan penekanan pada kelompok risiko tinggi. Dalam upaya pencapaian derajat kesehatan yang optimal dilakukan melalui peningkatan kesehatan (promotif) dan pencegahan penyakit (preventif) di semua tingkat pencegahan dengan menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan melibatkan klien sebagai mitra kerja dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pelayanan keperawatan (Kepmenkes R.I. Nomor 279 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Upaya Keperawatan Kesehatan Masyarakat di Puskesmas). Titik masuk pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat antara lain melalui pelayanan keperawatan keluarga.

Pelayanan Keperawatan Keluarga merupakan pelayanan holistik yang menempatkan keluarga dan komponennya sebagai fokus pelayanan dan melibatkan anggota keluarga dalam tahap pengkajian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi tindakan keperawatan dengan memobilisasi sumber-sumber pelayanan kesehatan yang tersedia di keluarga dan  sumber-sumber dari profesi lain termasuk pemberi pelayanan kesehatan dan sektor lain di komunitas. Pelayanan keperawatan keluarga dapat diberikan di berbagai tatanan, seperti rumah, rumah sakit, klinik, tempat praktik perawat, dan unit rehabilitasi.
2.        Tujuan Pelayanan Keperawatan Keluarga
Tujuan Umum :
Mengoptimalkan fungsi keluarga dan meningkatkan kemampuan keluarga dalam mempertahankan status kesehatannya.

Tujuan Khusus :
a.      Keluarga mampu memenuhi kebutuhan kesehatan keluarga yang meliputi:
1)         Mengenal masalah kesehatan yang dihadapi anggota keluarganya
2)         Mengambil keputusan secara tepat dan cepat dalam mengatasi masalah kesehatan anggota keluarganya
3)         Memberikan perawatan pada anggota keluarga yang mempunyai masalah kesehatan
4)         Memodifikasi lingkungan rumah yang kondusif sehingga mampu mempertahankan kesehatan dan memelihara pertumbuhan dan perkembangan setiap anggota keluarganya
5)         Menciptakan hubungan timbal balik antara keluarga dengan  berbagai sumber daya kesehatan yang tersedia untuk pemeliharaan dan perawatan kesehatan anggota keluarganya

b.      Keluarga memperoleh pelayanan keperawatan sesuai kebutuhan.

3.        Sasaran Pelayanan Keperawatan Keluarga
Sasaran pelayanan keperawatan keluarga :
a.      Keluarga sehat
Jika seluruh anggota keluarga dalam kondisi sehat tetapi memerlukan antisipasi terkait dengan siklus perkembangan manusia dan tahapan tumbuh kembang keluarga. Fokus intervensi keperawatan terutama pada promosi kesehatan dan pencegahan penyakit.

b.      Keluarga risiko tinggi dan rawan kesehatan
Jika satu atau lebih anggota keluarga memerlukan perhatian khusus. Keluarga risiko tinggi termasuk keluarga yang memiliki kebutuhan untuk menyesuaikan diri terkait siklus perkembangan anggota keluarga, keluarga dengan faktor resiko penurunan status kesehatan misalnya: bayi BBLR, balita gizi buruk/ kurang, bayi/balita yang belum diimunisasi, bumil anemi, bumil multipara (bumil dgn skor 6-10, Resiko sangat tinggi dgn skor >12) atau usia lebih dari 36 tahun, lansia lebih dari 70 tahun atau dengan masalah kesehatan, remaja penyalahguna narkoba.

c.       Keluarga yang memerlukan tindak lanjut
Keluarga yang anggota keluarganya mempunyai masalah kesehatan dan memerlukan tindak lanjut pelayanan keperawatan/ kesehatan misalnya: klien pasca hospitalisasi penyakit kronik, penyakit degeneratif, tindakan pembedahan, penyakit terminal.

4.        Ruang Lingkup Pelayanan Keperawatan Keluarga
Pelayanan keperawatan keluarga mencakup Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) yang diberikan kepada klien sepanjang rentang kehidupan dan sesuai dengan tahap perkembangan keluarga.

Lingkup pelayanan keperawatan keluarga mencakup:
a.      Promosi Kesehatan
Perawat melakukan promosi kesehatan kepada keluarga dalam rangka meningkatkan perilaku hidup sehat.

b.      Pencegahan Penyakit
Perawat melakukan tindakan pencegahan spesifik pada anggota keluarga agar bebas dari penyakit/ cedera melalui kegiatan: imunisasi; pencegahan merokok; program kebugaran fisik; skreening dan follow up berbagai kasus seperti hipertensi; pencegahan komplikasi DM; dan  skreening osteoporosis.


c.       Intervensi Keperawatan untuk Proses Penyembuhan
Perawat memberikan intervensi keperawatan dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia bagi anggota keluarga melalui terapi modalitas dan komplementer keperawatan. Kebutuhan dasar manusia meliputi: kebutuhan fisiologis,  rasa aman, cinta kasih, harga diri dan aktualisasi diri. Sedangkan jenis terapi keperawatan antara lain: pembimbingan terhadap keluarga (coaching) untuk mengatasi masalah kesehatan akibat perilaku yang tidak sehat, batuk efektif, inhalasi sederhana, tehnik relaksasi, stimulasi kognitif, latihan rentang gerak (ROM), perawatan luka, dan lain-lain. Terapi komplementer antara lain : pijat bayi, herbal terapi, meditasi, dan lain-lain.

d.      Pemulihan kesehatan
Perawat membantu keluarga dalam fase pemulihan kesehatan bagi anggota keluarga setelah mengalami cidera maupun akibat penyakit kronis yang diderita. Pemulihan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anggota keluarga untuk berfungsi secara optimal melalui berbagai terapi modalitas, dan terapi komplementer keperawatan.

5.        Jenis Pelayanan Keperawatan Keluarga
Jenis pelayanan keperawatan keluarga terdiri atas:
a.      Hospice Hospital Care
Unit ini berada didalam rumah sakit  dan merupakan suatu unit tersendiri dalam struktur organisasi rumah sakit. Keuntungan model ini adalah dapat dengan mudah mempergunakan fasilitas rumah sakit dalam mengatasi masalah-masalah yang sulit di lapangan, baik untuk tindakan medis, tindakan keperawatan, maupun tindakan penunjang lainnya. Di rumah sakit klien bisa dirawat di poliklinik, dirawat singkat  (one day care) atau dirawat inap. Lokasi perawatan klien di rumah sakit ada yang di ruangan tersendiri, khusus ruangan perawatan paliatif  atau digabungkan dengan klien biasa yang masih dalam tahap pengobatan kuratif.

b.      Hospice
Adakalanya klien dalam keadaan tidak memerlukan  pengawasan ketat atau tindakan khusus lagi, tetapi belum dapat dirawat di rumah karena masih memerlukan pengawasan tenaga kesehatan., klien kemudian dirawat di suatu tempat khusus (hospis) yang berada di luar lingkungan rumah sakit. Unit perawatan ini bisa berada di dalam lingkungan rumah sakit atau di luar lingkungan rumah sakit yang pengelolaannya  di luar struktur rumah sakit. Bentuk Layanan Hospis ini belum ada di Indonesia. 

c.       Hospice Home Care
Perawatan di rumah merupakan kelanjutan perawatan di rumah sakit.  Pada perawatan di rumah, keluarga mempunyai peran yang lebih menonjol. Sebagian besar tindakan perawatan dilaksanakan oleh keluarga. Sebelum klien dibawa pulang, perlu  dipertimbangkan  apakah klien memang sudah layak dirawat di rumah dan apakah keluarga (pelaku rawat) sudah mampu merawat klien di rumah. Apabila keluarga belum mampu merawat klien, pelaku rawat perlu mendapat pelatihan dari perawat untuk melaksanakan perawatan di rumah.

Tim pelayanan keperawatan  akan mengunjungi klien disesuaikan dengan kebutuhan klien dan adat istiadat serta kondisi setempat. Konsultasi juga dapat dilakukan melalui telepon atau sarana komunikasi lain setiap saat. Pelayanan ini mencakup pencegahan primer, sekunder, dan tersier yang berfokus pada asuhan keperawatan individu dengan melibatkan keluarga atau pemberi pelayanan yang lain (ANA, 1992; Rice, 1996). Contoh pelayanan ini adalah  Pelayanan keperawatan kesehatan di rumah (home health nursing).

6.        Standar Pelayanan Keperawatan Keluarga
Dalam melaksanakan pelayanan keperawatan keluarga, perawat mengacu pada standar keperawatan keluarga meliputi :
a.      Mengaplikasikan konsep teori sebagai dasar keputusan praktik
b.      Mengumpulkan data secara sistematis tentang kesehatan keluarga secara komperhensif dan akurat
c.       Menganalisa data kesehatan individu dan keluarga untuk menetapkan diagnosa keperawatan
d.      Mengembangkan rencana keperawatan pada masing-masing tingkat pencegahan sesuai dengan kebutuhan klien dan keluarga yang unik
e.      Melakukan intervensi keperawatan keluarga yang meliputi promosi kesehatan/ pendidikan kesehatan, pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, pemulihan kesehatan dan rehabilitasi.
f.        Mengevaluasi respon individu dan keluarga terhadap intervensi keperawatan, untuk menetapkan perkembangan pencapaian tujuan.
g.      Berpartisipasi dalam kelompoknya untuk menilai kualitas praktik keperawatan keluarga
h.      Bekerjasama dengan pemberi pelayanan kesehatan yang lain dalam pelayanan keperawatan keluarga
i.        Berkontribusi dalam pengembangan teori dan praktik keperawatan keluarga melalui penelitian 

7.        Kegiatan Pelayanan Keperawatan Keluarga
Berdasarkan dengan lingkup pelayanan keperawatan keluarga maka kegiatan pelayanan keperawatan yang dilakukan mencakup : 
a.      Melaksanakan tindakan keperawatan (Nursing treatment) sesuai kebutuhan perkembangan keluarga.
b.      Melakukan tindakan kolaborasi dengan tim kesehatan terkait, seperti medik, gizi, fisioterapi, dan lain-lain.
c.       Melakukan observasi (pengamatan) dan pemantauan status kesehatan seluruh anggota keluarga.
d.      Melakukan tindakan kedaruratan dalam pelayanan keperawatan keluarga
e.      Melakukan kontrol infeksi di rumah (infection control)
f.        Memberikan penyuluhan kesehatan, pendidikan, dan pelatihan.
g.      Melakukan konseling baik yang bersifat dukungan atau kritikal.
h.      Memfasilitasi dan memotivasi keluarga untuk modifikasi lingkungan (fisik, psikologis dan sosial) yang menunjang kesehatan anggota keluarga.
i.        Melibatkan keluarga dalam penanganan masalah kesehatan anggotanya dan pemantauan keteraturan atau kepatuhan klien dan keluarga melaksanakan intervensi  keperawatan dan pengobatan
j.        Memfasilitasi pemanfaatan sumber-sumber di komunitas guna menunjang penanganan masalah kesehatan anggota keluarganya.
k.       Melakukan kegiatan rujukan terutama kasus kontak serumah
l.        Melakukan pemantauan (follow up) serta penilaian hasil
m.    Melakukan kolaborasi lintas program dan lintas sektor untuk meningkatkan pelayanan keperawatan keluarga
n.    Melakukan pendokumentasian pelayanan dan asuhan keperawatan keluarga.

8.        Pelaksana
a.   Kualifikasi Tenaga
Pelayanan keperawatan keluarga dilakukan oleh seorang perawat, baik perawat laki-laki maupun perawat perempuan, yang mempunyai latar belakang pendidikan minimal D3 keperawatan dengan pengalaman kerja minimal 3 tahun dan telah memperoleh pelatihan tambahan tentang pelayanan keperawatan keluarga. 

Bagi sarana pelayanan kesehatan pemerintah yang belum memiliki perawat dengan kualifikasi lulusan D3 Keperawatan, dalam masa transisi dapat menggunakan tenaga perawat lulusan Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun dan telah memperoleh pelatihan tambahan tentang pelayanan keperawatan keluarga. 

b.   Kompetensi Perawat Yang Melaksanakan Pelayanan Keperawatan Keluarga
Perawat pelaksana pelayanan keperawatan keluarga harus mempunyai kemampuan :

1)      Melakukan pengkajian keperawatan keluarga meliputi :
a)         Mengumpulkan data tentang keluarga dan anggota keluarga yang berisiko atau sakit, termasuk melakukan pemeriksaan fisik pada anggota keluarga.
b)         Mengidentifikasi hubungan keluarga dengan komunitas sekitarnya dan sumber-sumber yang ada di komunitas.
c)         Mengidentifikasi faktor resiko lingkungan yang dapat mempengaruhi kesehatan anggota keluarga.
d)         Mengidentifikasi nilai-nilai dan keyakinan keluarga yang berhubungan dengan kesehatan anggota keluarga.

2)      Melakukan analisis data dan rumusan diagnosis keperawatan
3)      Menyusun perencanaan keperawatan :
a)         Melakukan penetapan prioritas masalah keperawatan
b)         Menetapkan tujuan keperawatan 
c)         Menetapkan rencana intervensi keperawatan keluarga

4)      Melakukan tindakan keperawatan pada keluarga meliputi :
a)         Intervensi keperawatan dasar dalam pemenuhan kebutuhan dasar keluarga
b)         Terapi keperawatan
c)         Terapi komplementer
d)         Pendidikan kesehatan dan promosi kesehatan pada keluarga
e)         Monitoring kesehatan keluarga dan kepatuhan dalam pelayanan kesehatan
f)          Melakukan tindakan kedaruratan dalam pelayanan keperawatan keluarga
g)         Memotivasi keluarga untuk memodifikasi lingkungan yang menguntungkan kesehatannya
h)         Melakukan tindakan kontrol infeksi dalam keperawatan keluarga
i)           Melakukan tindakan pencegahan cedera

5)      Melakukan evaluasi pencapaian tujuan asuhan keperawatan  keluarga
6)      Melakukan kolaborasi dengan petugas kesehatan yang lain dalam asuhan keperawatan keluarga
7)      Mendokumentasikan asuhan keperawatan keluarga sesuai dengan format yang tersedia.
8)      Merujuk individu dan keluarga dalam penanganan masalah yang memerlukan penanganan di luar kewenangannya.
9)      Melakukan koordinasi pelayanan yang diperlukan individu dan keluarga

c.       Peran  dan Fungsi Perawat di Keluarga
Peran dan fungsi perawat di keluarga dijabarkan dalam the nine star of family nursing (PPNI, 2004) yang meliputi:
1)         Pendidik kesehatan: mengajarkan kepada keluarga baik secara formal maupun informal tentang kesehatan dan penyakit serta bertindak sebagai pemberi pelayanan kesehatan utama tentang informasi kesehatan.
2)         Pemberi pelayanan atau pengawas: memberikan pelayanan langsung dan melakukan pengawasan/pembinaan terhadap pelayanan yang diberikan, termasuk anggota keluarga dan pembantu perawat.
3)         Advokat keluarga: bekerja mendukung keluarga dan berbicara atas nama tentang isu-isu seperti keamanan dan akses untuk mendapatkan pelayanan.
4)         Penemu kasus atau epidemiologist: mendeteksi penyakit dan menjalankan peran utama dalam pengamatan dan pengawasan penyakit.
5)         Peneliti: mengidentifikasi masalah-masalah praktis dan mencari jawaban atau solusi melalui investigasi ilmiah baik secara mandiri maupun berkolaborasi.
6)         Manejer dan koordinator: mengelola dan bekerjasama dengan anggota keluarga, pelayanan kesehatan dan sosial, serta sektor lain untuk meningkatkan akses mendapatkan pelayanan kesehatan.
7)         Fasilitator: menjalankan peran teapeutik untuk membantu mengatasi masalah dan mengidentifikasi sumber.
8)         Konselor: berperan sebagai konsultan bagi keluarga untuk mengidentifikasi dan memfasilitasi keterjangkauan keluarga/masyarakat terhadap sumber-sumber yang diperlukan.
9)         Pengubah/pemodifikasi lingkungan: bekerja untuk memodifikasi lingkungan, misalnya lingkungan rumah, sehingga mampu meningkatkan mobilitas dan menerapkan asuhan mandiri.

C.         Asuhan Keperawatan Keluarga pada Pasien dengan Malaria
1.     Pengkajian Keperawatan
Meliputi :
a.         Pengumpulan Data, terdiri dari :
1)      Struktur Keluarga
a)         Pengambil keputusan dalam keluarga : nama Kepala Keluarga (KK)
b)         Alamat Rumah : alamat rumah yang menjadi tempat tinggal saat ini
c)         Komposisi keluarga, terdiri dari nama, umur, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan, serta hubungan anggota keluarga dengan KK
d)         Genogram Keluarga

2)      Latar Belakang Sosial-Ekonomi dan Budaya
a)         Penghasilan keluarga : dibandingkan dengan Upah Minimum Regional (UMR) keluarga wilayah tersebut
b)         Pengeluaran keluarga : dibandingkan dengan penghasilan yang didapat keluarga
c)         Dana khusus kesehatan : dana yang dikhususkan untuk kesehatan, seperti asuransi kesehatan, tabungan kesehatan, dll
d)         Suku : identitas suku bangsa dalam keluarga
e)         Agama : identitas agama dalam keluarga

3)      Gambaran Rumah dan Lingkungan Sekitar
a)         Tipe rumah : dinilai apakah termasuk keluarga inti atau besar
b)         Sanitasi lingkungan rumah : dinilai berdasarkan saluran pembuangan air limbah, kebiasaan mencuci tangan, kebersihan rumah dan lingkungan sekitar
c)         Kedekatan dengan fasilitas pelayanan kesehatan : jarak tempuh rumah dengan rumah sakit dan puskesmas terdekat yang dimanfaatkan keluarga
d)         Fasilitas transportasi sehari-hari : fasilitas transportasi yang sehari-hari digunakan keluarga

4)      Status dan Kebiasaan Hidup Sehat Keluarga
a)         Riwayat penyakit keluarga : daftar penyakit-penyakit yang dimiliki anggota keluarga


ssmoga bisa bermanfaat buat teman2ku semua....
hahaha wasalam...